Langsung ke konten utama

Daur Ulang Oli Bekas, Mungkinkah?


Apakah anda mempunyai mobil atau motor atau mesin yang menggunakan oli mesin. Apa yang Anda lakukan dengan oli bekas? Memang umumnya kita (seperti saya juga) tidak pernah tahu oli bekas kendaraan kita dibuang kemana, karena umumnya kita ganti oli dibengkel. Saya pernah melihat ada mobil bak dengan drum-drum oli yang berjalan dari bengkel ke bengkel untuk mengambil oli bekas ini.

Tapi kadang-kadang ada orang yang sering menggunakan oli bekas ini untuk melumasi rantai motor, ada juga untuk disiramkan ke tanaman supaya tanaman tersebut mati total, ada juga yang dibuang di selokan. Tindakan ini sebenarnya tidak bijaksana, karena membuang oli ke tanah akan bisa merusak tanah dan kemungkinan besar akan mencemari air tanah di sekitarnya. Kita semua tahu oli adalah barang yang sangat beracun jika masuk ke dalam tubuh manusia, jadi apa jadinya jika kita buang oli ke selokan atau aliran air lainnya, sedangkan seperti di Jakarta, air PAM diperoleh dari air sungai.

Teknologi Daur Ulang Oli

Saat ini di negara maju sudah ada daur ulang oli bekas menjadi oli yang bisa digunakan kembali, dan tentunya bisa didaur ulang secara terus menerus. Oli bekas akan melewati proses penyulingan yang sama seperti minyak yang diekstrak dari sumur pengeboran di tambang minyak. Oli mesin baru yang terbuat dari oli daur ulang memenuhi standar industri yang digunakan dalam industri minyak pelumas ini.

Hebatnya lagi menurut American Petroleum Institute, minyak/oli yang telah disuling ulang dengan kualitas tinggi, dapat menghasilkan Virgin Oil, seperti coconut oil yang pernah booming di Indonesia.
Informasi dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (USA Environmental Protection Agency) menyatakan bahwa memperbaiki kembali minyak yang digunakan hanya membutuhkan sekitar sepertiga energi penyulingan minyak mentah untuk kualitas pelumas.

Jadi kita sekarang bisa tahu betapa penting kita mengelola oli mesin bekas supaya tidak dibuang ditempat sembarangan dan sebisa mungkin bisa didaur ulang oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan begitu dengan daur ulang oli mesin bekas setidaknya akan mengurangi kebutuhan akan minyak mentah dunia yang meningkat sehingga akan berdampak baik juga bagi lingkungan kita.

Sumber bacaan disini

Komentar

  1. Proses pengolahan oli bekas ada di youtube. https://www.youtube.com/watch?v=uBdV5aKXEXE

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keuntungan Produk Organik

Makanan organik memberikan banyak manfaat. Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan organik memiliki gizi lebih tinggi dan sebagai antioksidan. Selain itu, orang-orang yang alergi terhadap makanan, bahan kimia atau pengawet sering tidak bisa makan kecuali dengan produk makanan organik. Keuntungan yang lain antara lain: Produk Organik mengandung pestisida yang rendah. Pestisida adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembasi hama di bidang pertanian. Pestisida biasanya akan menempel atau masuk kedalam produk pertanian yang kita makan. Produk Organik biasanya lebih segar. Karena tidak ada zat tambahan dalam makanan organik, sehingga makanan organik umumnya tidak awet dan harus cepat dimakan. Tetapi kadang ada teknologi yang bisa mengolah bahan makanan menjadi bentuk lain yang tahan lama dan mudah dalam kemasan. Pertanian Organik ramah lingkungan. Jelas sekali karena tidak menggunakan zat kimia, sehingga limbah pertanian organik tidak akan membuat polusi lingkungan. Pertani...

Ikan Guppy Bisa Memberantas Demam Berdarah

Ikan Guppy bukan ikan yang sulit ditemukan. Kalau yang siripnya bagus, biasanya banyak di jual. Tetapi sebenarnya ikan ini sering kita temui di selokan-selokan yang airnya cukup jernih. Ternyata Ikan Guppy ini sangat effektif untuk mencegah menjalarnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena ikan ini memakan larva-larva nyamuk yang ada di genangan air. Ini sudah dibuktikan di Kamboja dan Laos. Kedua negara tersebut bekerja sama dengan ADB dan WHO untuk bisa mengimplementasikan pencegahan penyebaran deman berdarah dengue secara alami. Mereka menyebutkan gerakan ini sangat murah, bisa dilakukan sepanjang tahun,dan tentunya masyarakat bisa ikut berpartisipasi langsung. Ini juga mengurangi penggunaan zat kimia yang effeknya bisa lebih mahal nantinya. Ide ini sangat brilian, dengan memanfaatkan ikan, penyakit deman berdarah bisa dikurangi juga. Semoga bisa diterapkan di Indonesia juga. Sumber: The Jakarta Post