Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bisnis Hijau

Produk Organik Harusnya Lebih Murah

Mencirikan produk sayur organik bukan sekadar memilih yang bolong pertanda bekas dimakan ulat. Apa ciri produk pangan organik? Bagaimana konsumen bisa mengenalinya? Masalah keaslian produk, memang masih menjadi pertanyaan besar di antara konsumen. Dulu, banyak orang berpedoman pada bentuk fisik yang jelek tidak mulus misalnya daun selada yang berlubang, wortel yang bengkok dan semacamnya, bisa dianggap sebagai sayur organik yang asli. Tapi cara ini banyak disanggah oleh para petani organik. Menurut mereka, cara bertani dengan pengawasan yang baik, tidak mustahil bisa dihasilkan sayur yang mulus dan bersih. Untuk dinyatakan sebagai pangan organik, cara bertaninya harus memenuhi persyaratan sistem pertanian organik. Bukan semata-mata tidak menggunakan pestisida, tetapi secara keseluruhan sistem pertaniannya menerapkan prinsip organik. Ada 17 prinsip, antara lain memelihara ekosistem untuk mencapai produktivitasyang berkelanjutan, mengendalikan tanaman pengganggu/gulma, hama, dan penyaki...

Kacang Mete Organik Go International

Kacang mete dari Desa Ilepadung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Larantuka sudah terkenal di mancanegara. Karena produk kacang metenya sudah dieksport ke benua Eropa dan Amerika. Mengapa mereka tertarik dengan kacang mete dari pulau Flores ini? Ternyata kacang mete disini berasal dari kebun-kebuh jambu mete yang dibudidayakan secara organik. Kebun jambu mete organik ini diusahakan oleh rakyat sendiri, dengan luas 187 hektar di desa Ilepadung saja, dan setiap tahunnya menghasilkan 130 ton biji mete. Pada tahun 2005, perkebunan jambu mete mendapatkan sertifikasi organik international dari IMO atau Institute for Marketecology. Saat ini harga sekilo kacang mete organik lebih dari Rp 80.000,-, sedangkan untuk mete mentahan lebih dari Rp 10.000,- perkilo, dimana ini lebih tinggi dari harga mete non-organik. Kehidupan warga Ilepadung bergantung pada perkebunan Jambu Mete ini. Harga jual Mete organik ini membuat kehidupan warga menjadi lebih baik. Di dusun ini warga sudah mulai tinggal di...

Indomaret Gunakan Plastik Daur Ulang

Indomaret adalah ritel besar yang masuk ke pelosok daerah. Banyak gerai yang berdiri di daerah pemukiman penduduk. Sehingga kedekatan indomaret dengan masyarakat sangat intim, dengan harga yang tidak beda dengan ritel raksasa sepertinya masyarakat banyak belanja di Indomaret. Saat ini saya melihat plastik belanja yang saya terima di salah satu Indomaret di Jakarta selatan sedikit beda. Sekarang ada gambar pohon, dan tertulis "Tas Ramah Lingkungan, menjaga kelestarian Alam". Dibawahnya terdapat tulisan yang jelas " Tas ini dapat hancur dengan sendirinya". Kalau banar Indomaret sudah berusaha untuk ikut melestarikan lingkungan. Semoga langkah ini diikuti dengan pusat belanja lainnya.