Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aksi Hijau

Matikan Lampu 1 Jam Saja

Hari ini Sabtu, 26-Maret jam 20.30 kita mulai mematikan lampu bersama-sama selama satu jam saja. Aktivitas ini bertujuan untuk menghemat energi listrik. Kita tahukan dari mana energi listrik itu berasal? Sebagian besar berasal dari sumber alam yang jika akan diambil terus-menerus akan merusak Bumi ini. Jadi mari kita dukung kegiatan tahunan ini dan otomatis sudah bisa menyelamatkan Bumi ini dari bencana yang lebih besar. Anda bayangkan sudah berapa banyak berita bencana alam yang pernah ada dengar dan lihat. Kebayakan adalah karena kerusakan alam yang sebagian besar diakibatkan dari tangan manusia sendiri. Jadikan kegiatan ini nantinya sebagai gaya hidup manusia modern sekarang, yaitu hemat energi. Mari kita lakukan sesuatu yang kecil secara bersama dan hasilnya pasti akan berguna bagi umat manusia juga

Pohon Natal Asli atau Imitasi?

Desember mulai datang, bagi penganut agama kristen dan katolik bisa jadi bulan Desember adalah bulan yang dinantikan. Karena Natal yang meriah bisa dinikmati baik di gereja maupun di rumah. Bicara tentang Natal, kita tidak akan lepas dari pohon satu ini, ya Pohon Natal, yang umumnya adalah pohon cemara. Pohon cemara untuk natal ada yang asli pohon cemara dan ada yang imitasi, dan yang terakhir ini sepertinya paling banyak digunakan di rumah. Kalau kita bicara pelestarian lingkungan, mana yang terbaik menggunakan pohon cemara asli atau imitasi? Mungkin bagi orang awam tidak jadi masalah pilih yang mana, yang penting bisa dibeli. Tetapi bagi kita yang peduli lingkungan, sebaiknya kita pertimbangkan masak-masak, tanpa merusak kemeriahan waktu Natal. Saya awalnya berpikir, imitasi lebih bagus karena kita mengurangi penebangan pohon-pohon cemara. Ternyata pikiran saya salah. Bagi negara maju yang penduduknya mayoritas kristen/katolik, pohon cemara untuk natal udah jadi bisnis tahunan ya...

Sepeda untuk Recyling Sampah

Menggunakan sepeda adalah salah satu langkah mulia untuk menyelamatkan bumi ini. Di Indonesia, sudah banyak komunitas sepeda, termasuk di Jakarta. Bersepeda selain ramah lingkungan juga bisa membuat badan menjadi sehat. Tetapi apa cuma itu saja? Bisakah kebiasaan bersepeda lebih ditingkatkan lagi menjadi aktivitas yang lebih produktif dan tentunya ramah lingkungan? Berikut ini sebuah ide menarik dari luar negeri, dimana sepeda dimodifikasi untuk mengangkut tempat sampah, sehingga dia bisa berpindah-pindah dengan mudah. Ide ini sebenarnya sangat mudah dan saya yakin bisa diterapkan di kota-kota besar yang notabene jalan aspalnya sudah bagus dan sedikit tanjakan. Apalagi sampah-sampah di jalan-jalan raya masih sering terlihat. Memang mirip pemulung, tetapi ini lebih manusiawi. Orang juga lebih respek dengan melihat orang bersepeda dengan tong sampah seperti ini. Untuk mengetahui gerakan bersepeda "hijau" ini bisa kunjungi grup Facebook

Pohon Trembesi untuk Penghijauan

Presiden RI pada 13 Januari 2010 mencanangkan program penghijauan dengan pohon Trembesi. Kenapa pohon ini jadi istimewa untuk penghinjaun? Pohon Trembesi mempunyai tajuk yang bisa tumbuh panjang (20-25m), sehingga jumlah daunnya juga akan lebih banyak dibanding pohon lainnya. Daun sendiri adalah bagian pohon yang penting untuk kegiatan fotosintesis untuk menghasilkan Oksigen waktu siang hari, jika daun pohon banyak atau lebat maka otomatis produksi oksigen oleh pohon akan lebih banyak juga. Menurut penelitian 1 pohon Trembesi mampu menyerap CO2 sebanyak 28.5 ton per tahunnya. Akar pohon Trembesi termasuk besar dan kuat sehingga bisa menembus tanah yang padat, sehingga pohon ini tidak mudah tumbang. Akarnya pun sangat berguna untuk menyerap air yang ada di tanah, jadi jika air hujan turun maka sebagian besar air diresap oleh akar pohon ini akibatnya kejadian banjir akan dikurangi. Saat ini sudah banyak perusahaan besar yang peduli lingkungan dengan penanaman pohon trembesi ini. Salah ...

Indomaret Gunakan Plastik Daur Ulang

Indomaret adalah ritel besar yang masuk ke pelosok daerah. Banyak gerai yang berdiri di daerah pemukiman penduduk. Sehingga kedekatan indomaret dengan masyarakat sangat intim, dengan harga yang tidak beda dengan ritel raksasa sepertinya masyarakat banyak belanja di Indomaret. Saat ini saya melihat plastik belanja yang saya terima di salah satu Indomaret di Jakarta selatan sedikit beda. Sekarang ada gambar pohon, dan tertulis "Tas Ramah Lingkungan, menjaga kelestarian Alam". Dibawahnya terdapat tulisan yang jelas " Tas ini dapat hancur dengan sendirinya". Kalau banar Indomaret sudah berusaha untuk ikut melestarikan lingkungan. Semoga langkah ini diikuti dengan pusat belanja lainnya.