Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Pohon Natal Asli atau Imitasi?

Desember mulai datang, bagi penganut agama kristen dan katolik bisa jadi bulan Desember adalah bulan yang dinantikan. Karena Natal yang meriah bisa dinikmati baik di gereja maupun di rumah. Bicara tentang Natal, kita tidak akan lepas dari pohon satu ini, ya Pohon Natal, yang umumnya adalah pohon cemara. Pohon cemara untuk natal ada yang asli pohon cemara dan ada yang imitasi, dan yang terakhir ini sepertinya paling banyak digunakan di rumah. Kalau kita bicara pelestarian lingkungan, mana yang terbaik menggunakan pohon cemara asli atau imitasi? Mungkin bagi orang awam tidak jadi masalah pilih yang mana, yang penting bisa dibeli. Tetapi bagi kita yang peduli lingkungan, sebaiknya kita pertimbangkan masak-masak, tanpa merusak kemeriahan waktu Natal. Saya awalnya berpikir, imitasi lebih bagus karena kita mengurangi penebangan pohon-pohon cemara. Ternyata pikiran saya salah. Bagi negara maju yang penduduknya mayoritas kristen/katolik, pohon cemara untuk natal udah jadi bisnis tahunan ya

Adakah Sungai yang Indah di Jakarta?

Pertanyaan di judul diatas, pastilah kemungkinan jawabannya adalah "Tidak Ada". Tetapi sebelumnya kita simak dulu pengamatan tim Yayasan Lantan Bentala dengan menyusuri sungai di Jakarta. Sungai Ciliwung adalah salah satu sungai besar yang membelah Metropolitan Jakarta yang namanya sangat populer terutama jika musim hujan tiba. Sungai Ciliwung yang juga dikenal sebagai kali Ciliwung adalah sungai yang kotor baik dari sisi kualitas air maupun dari sisi kebersihan sungainya. Air di sungai ini jika diamati mulai dari Pasar Baru maka airnya hitam, berbau menyengat tajam. Kebersihan sungainya pun sangat rendah, banyak sampah dimana-mana, sampah yang diangkat dari sungaipun ditumpuk dipinggir sungai sehingga jika ada hujan lebat kemungkinan sampah akan masuk sungai kembali sangat besar. Ada pemandangan yang menarik, dimana ada sebuah pasar ikan hias di pinggir sungai, dengan tembok yang dicat lukis gambar ikan yang menarik. Tetapi ternyata di sekitar situ terdapat sampah-sampah

Sepeda untuk Recyling Sampah

Menggunakan sepeda adalah salah satu langkah mulia untuk menyelamatkan bumi ini. Di Indonesia, sudah banyak komunitas sepeda, termasuk di Jakarta. Bersepeda selain ramah lingkungan juga bisa membuat badan menjadi sehat. Tetapi apa cuma itu saja? Bisakah kebiasaan bersepeda lebih ditingkatkan lagi menjadi aktivitas yang lebih produktif dan tentunya ramah lingkungan? Berikut ini sebuah ide menarik dari luar negeri, dimana sepeda dimodifikasi untuk mengangkut tempat sampah, sehingga dia bisa berpindah-pindah dengan mudah. Ide ini sebenarnya sangat mudah dan saya yakin bisa diterapkan di kota-kota besar yang notabene jalan aspalnya sudah bagus dan sedikit tanjakan. Apalagi sampah-sampah di jalan-jalan raya masih sering terlihat. Memang mirip pemulung, tetapi ini lebih manusiawi. Orang juga lebih respek dengan melihat orang bersepeda dengan tong sampah seperti ini. Untuk mengetahui gerakan bersepeda "hijau" ini bisa kunjungi grup Facebook

Keuntungan Produk Organik

Makanan organik memberikan banyak manfaat. Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan organik memiliki gizi lebih tinggi dan sebagai antioksidan. Selain itu, orang-orang yang alergi terhadap makanan, bahan kimia atau pengawet sering tidak bisa makan kecuali dengan produk makanan organik. Keuntungan yang lain antara lain: Produk Organik mengandung pestisida yang rendah. Pestisida adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembasi hama di bidang pertanian. Pestisida biasanya akan menempel atau masuk kedalam produk pertanian yang kita makan. Produk Organik biasanya lebih segar. Karena tidak ada zat tambahan dalam makanan organik, sehingga makanan organik umumnya tidak awet dan harus cepat dimakan. Tetapi kadang ada teknologi yang bisa mengolah bahan makanan menjadi bentuk lain yang tahan lama dan mudah dalam kemasan. Pertanian Organik ramah lingkungan. Jelas sekali karena tidak menggunakan zat kimia, sehingga limbah pertanian organik tidak akan membuat polusi lingkungan. Pertani

Produk Organik Harusnya Lebih Murah

Mencirikan produk sayur organik bukan sekadar memilih yang bolong pertanda bekas dimakan ulat. Apa ciri produk pangan organik? Bagaimana konsumen bisa mengenalinya? Masalah keaslian produk, memang masih menjadi pertanyaan besar di antara konsumen. Dulu, banyak orang berpedoman pada bentuk fisik yang jelek tidak mulus misalnya daun selada yang berlubang, wortel yang bengkok dan semacamnya, bisa dianggap sebagai sayur organik yang asli. Tapi cara ini banyak disanggah oleh para petani organik. Menurut mereka, cara bertani dengan pengawasan yang baik, tidak mustahil bisa dihasilkan sayur yang mulus dan bersih. Untuk dinyatakan sebagai pangan organik, cara bertaninya harus memenuhi persyaratan sistem pertanian organik. Bukan semata-mata tidak menggunakan pestisida, tetapi secara keseluruhan sistem pertaniannya menerapkan prinsip organik. Ada 17 prinsip, antara lain memelihara ekosistem untuk mencapai produktivitasyang berkelanjutan, mengendalikan tanaman pengganggu/gulma, hama, dan penyaki

Kacang Mete Organik Go International

Kacang mete dari Desa Ilepadung, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Larantuka sudah terkenal di mancanegara. Karena produk kacang metenya sudah dieksport ke benua Eropa dan Amerika. Mengapa mereka tertarik dengan kacang mete dari pulau Flores ini? Ternyata kacang mete disini berasal dari kebun-kebuh jambu mete yang dibudidayakan secara organik. Kebun jambu mete organik ini diusahakan oleh rakyat sendiri, dengan luas 187 hektar di desa Ilepadung saja, dan setiap tahunnya menghasilkan 130 ton biji mete. Pada tahun 2005, perkebunan jambu mete mendapatkan sertifikasi organik international dari IMO atau Institute for Marketecology. Saat ini harga sekilo kacang mete organik lebih dari Rp 80.000,-, sedangkan untuk mete mentahan lebih dari Rp 10.000,- perkilo, dimana ini lebih tinggi dari harga mete non-organik. Kehidupan warga Ilepadung bergantung pada perkebunan Jambu Mete ini. Harga jual Mete organik ini membuat kehidupan warga menjadi lebih baik. Di dusun ini warga sudah mulai tinggal di

Indonesia Organic & Green Fair 2010

Aliansi Organis Indonesia yang merupakan organisasi kemasyarakatan akan mengadakan Indonesia Organic & Green Fair 2010, pada tanggal 6-7 November 2010 di Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Jika anda tertarik dan ingin tahu lebih banyak mengenai apa itu organik dan ingin melihat dan mencicipi langsung produk organik yang dihasilkan oleh para petani  di negeri tercinta ini, maka hadirilah Indonesia Organic & Green Fair 2010 . Acara ini akan diikuti oleh para produsen dan trader organik dari seluruh Indonesia. Acara-acara di Indonesia Organic & Green Fair 2010 1. TALK SHOW “Hidup Sehat dengan Organik” 2. FOR KIDS & TEENAGERS “Lomba Menggambar & Mewarnai” 3. ORGANIC RICE DEMO “Ragam Nasi Organik Nikmat Nusantara” 4. POJOK URBAN FARMING “W’shop Biopori & W’shop Pembuatan Kompos” 5. PERFORMANCE ART “Silengser, Degung, Tari Sunda” 6. TEMU BISNIS “Ajang Temu Produsen – Trader Organik” 7. KONSULTASI PERTANIAN ORGANIK “ Anda Tanya Se